


Dunia ibarat perhiasan dan seindah-indah perhiasan ialah 'wanita solehah'... Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya Malaikat-malaikat sentiasa menurunkan sayapnya (sebagai memuliakan dan menghormati) penuntut ilmu agama, kerana mereka suka dan bersetuju dengan apa yang penuntut itu lakukan." (Abu ad-Darda' r.a.)
Posted by Nur Ezzati Bustam at 4:10 PM 0 comments
Labels: my fav.., Wanita Solehah

Posted by Nur Ezzati Bustam at 2:34 PM 0 comments
| |
By definition, the word ambiguous means open to two or more interpretations.
Such is the case for certain solutions when working with the Law of Sines.
|
| • If you are given two angles and one side (ASA or AAS),
the Law of Sines will nicely provide you with ONE solution for a missing side. |
| | • Unfortunately, the Law of Sines has a problem dealing with SSA.
If you are given two sides and one angle (where you must find an angle), the Law of Sines could possibly provide you with one or more solutions, or even no solution. |
Before we investigate this situation, there are a few facts we need to remember.
| Facts we need to remember:
| |
Let's look at some cases. In each example, decide whether the given information points to the existence of one triangle, two triangles or no triangles.
Example 1: In , a = 20, c = 16, and m = 30º. How many distinct triangles can be drawn given these measurements?
| | Use the Law of Sines:
|
C = sin-1 (0.4) = 24º (to the nearest degree) - in Quadrant I.
Sine is also positive in Quadrant II. If we use the reference angle 24º in Quadrant II,
the angle C is 156º.
But, with m = 30º and m
Not possible!!!!
Therefore, m
Example 2: In , a = 7, c = 16, and m = 30º. How many distinct triangles can be drawn given these measurements?
| | Use the Law of Sines:
|
Since sin C must be < 1, no angle exists for angle C.
NO triangle exists for these measurements.
Example 3: In , a = 10, b = 16, and m = 30º. How many distinct triangles can be drawn given these measurements?
| | Use the Law of Sines:
|
This example is the Ambiguous Case. The information given is the postulate SSA (or ASS, the Donkey Theorem), but the two triangles that were created are clearly not congruent. We have two triangles with two sides and the non-included angle congruent, but the triangles are not congruent to each other.
Posted by Nur Ezzati Bustam at 12:11 PM 0 comments
Labels: Book+ Pencil=Study, my fav..
The Prophet Muhammad (s) was tender and kind towards cats. He appreciated cats. Muhammad’s (s) favorite cat was called Muezza. There is a well known story regarding the Prophet Muhammad (s) and Muezza.
When the call to prayers was heard, Muezza was asleep on one of the sleeves of the Prophet’s (s) robes. The Prophet (s) wanted to wear the robe to go to prayers. Rather than disturb Muezza, Muhammad (s) cut off the sleeve to leave Muezza in peace. Prophet (s) then stroked the cat three times, which, it is said, granted Muezza seven lives and the ability to land on his feet at all times (as you might know, cats have a self-righting mechanism,a righting reflex, which is a complex series of movements when a cat falls and which protects the cat from breaking her back).
Prophet (s) was so attached to his cat that when he gave sermons he let Muezza rest on his lap and he also drank from water previously drunk by his cat. He also did his ablutions from the same water that was drunk by a cat. He seemed to treat his cat in the same way as cat lovers do today but even cat lovers might think twice about drinking the same water that had been drunk by a cat for fear of transmission of disease from the cat’s saliva (but see below).
Islam teaches Muslims to treat cats well and that the cat is a creature to be cherished and loved. Mistreating a cat is regarded as a severe sin in Islam.
Cats according to the Qur`an and Sunnah
An example as to how Muslims are punished for mistreating cats can be found in the `ahadith (oral traditions telling the story of the Prophet Mohammed (s) and which have been recorded in writing). When a woman kept a cat locked up and failed to feed the cat until the cat died, the woman was tortured and "put to hell.”
It is believed that you will suffer no harm if you drink from the cat’s water provided no impurities are seen in the cat’s mouth. In another story from the `ahadith, it is stated that a when a cat ate a pudding put down during prayers, the person who was in charge of the pudding ate from the same place as the cat and Prophet (s) said this was alright as the cat is not unclean and is "one of those who go around amongst us".
Islam teaches Muslims that, in relation to a cat:
Bukhari’s authentic hadith is one of the six major Sunni hadith collections (Wikipedia). Muslims see this hadith as the most trusted collection; many would say the most authoritative book after the Qur`an.
This hadith regarding cats is set out in Volume 3, Book 40, Number 552. The story of the women mentioned above is recited. It seems that the woman was scratched by the cat and to punish the cat she imprisoned it and failed to feed it. Her actions were frowned upon and she was duly punished.
Islam’s teachings in relation to cats indicates a gentle approach to our fellow creatures, including humans!
Posted by Nur Ezzati Bustam at 10:00 PM 0 comments
Labels: Hayatilah, my fav.., Science In ISLAM, Sirah Islamiah
Posted by Nur Ezzati Bustam at 10:34 PM 0 comments
Labels: Coretanku, Hayatilah, my fav.., Sirah Islamiah
Posted by Nur Ezzati Bustam at 1:11 PM 0 comments
Labels: Coretanku, guys..., Love Sick, my fav.., Wanita Solehah
WASIAT TERAKHIR KEKASIH ALLAH
DARIPADA Ibnu mas'ud ra bahasanya ia berkata: Ketika ajal Rasulullah SAW sudah dekat, Baginda mengumpul kami di rumah Siti Aisyah ra. Kemudian Baginda memandang kami sambil berlinangan air matanya, lalu bersabda:
"Marhaban bikum, semoga ALLAH SWT memanjangkan umur kamu semua, semoga ALLAH SWT menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada ALLAH SWT. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap ALLAH SWT. ALLAH SWT berfirman:" Kebahagian dan kenikmatan di akhirat kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa."
Kemudian kami bertanya: " Bilakah ajal Baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: ajal ku telah hampir, dan akan pindah ke hadrat ALLAH SWT , ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul makwa serta ke Arsyila'la.
Kami bertanya lagi: "Siapakah yang akan memandikan Baginda ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: salah seorang ahli bait. Kami bertanya: Ya Rasulullah Bagaimana kami mengapani Baginda ya Rasulullah? Baginda menjawab: Dengan baju ku ini atau pakaian Yamaniyah."
Kami bertanya:" Siapakah yang mensolatkan Baginda di antara kami? Kami menangis dan Rasulullah SAW pun turut menangis. Kemudian Baginda bersabda: Tenanglah, semoga ALLAH SWT mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengapaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku, kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Izrail (malaikat maut) berserta bala tenteranya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki daripada pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya dan kemudian kamu semua."
Semenjak hari itulah Rasulullah SAW bertambah sakitnya, yang ditanggungnya selama 18 hari, setiap hari ramai yang mengunjungi Baginda, sampailah datangnya hari Isnin, di saat Baginda menghembus nafas yang terakhir.
Sehari menjelang Baginda wafat iaitu pada hari Ahad, penyakit Baginda semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah ra selesai mengumandangkan azannya, ia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam:" Assalamualaikum ya Rasullah?" Kemudian ia berkata lagi "ash shalah yarhamukallah."
Fatimah ra menjawab:"Rasulullah dalam keadaan sakit?" Maka kembalilah Bilal ke masjid, ketika bumi terang disinari matahari siang, Maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah, lalu ia berkata seperti perkataannya tadi. Kemudian Rasulullah memanggilnya dan menyuruh ia masuk.
Setelah Bilal bin Rabah ra masuk, Rasulullah SAW bersabda: saya sekarang dalam keadaan sakit, Wahai Bilal, kamu perintahkan agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat."
Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata:" Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?' Kemudian ia memasuki masjid dan berkata kepada Abu Bakar ra agar tuan menjadi imam dalam solat ini."
Ketika Abu Bakar ra melihat ke tempat Rasulullah yang kosong, sebagai seorang lelaki yang lemah lembut, ia tidak dapat menahan perasaannya lagi, lalu ia menjerit dan akhirnya ia pengsan. Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi bising sehingga terdengar oleh Raulullah SAW. Baginda bertanya: Wahai Fatimah ra, suara apakah yang bising itu? Siti Fatimah ra menjawab: Orang-orang menjadi bising dan bingung kerana Rasulullah SAW tidak bersama mereka."
Kemudian Raulullah SAW memanggil Ali bin Abi Thalib dan Abbas ra sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka Baginda berjalan menuju ke masjid. Baginda solat 2 rakaat, setelah itu Baginda melihat kepada orang ramai dan bersabda: "Ya ma'aasyiral muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan pelindungan Allah, sesungguhnya dia adalah pengantiku atas kamu setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada ALLAH SWT, kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di dalam dunia ini.'
Pada hari esok, iaitu pada hari isnin, Allah mewahyukan kepada malaikat maut supaya ia turun menemui Rasulullah SAW dengan berpakaian sebaik-baiknya. Dan Allah menyuruh kepada malaikat maut mencabut nyawa Rasulullah SAW dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka ia boleh masuk, namun jika Rasulullah SAW tidak mengizinkannya, ia tidak boleh masuk, dan hendaklah ia kembali sahaja.
Maka turunlah malaikat maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Ia menyamar sebagai orang biasa. Setelah sampai di depan pintu kediaman Rasulullah SAW, Malaikat maut itupun berkata: Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyudan risalah!"
Fatimah ra pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu:" Wahai Abdullah (hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit."
Kemudian malaikat maut itu memberi salam lagi: " Assalamualaikum. Bolehkah saya masuk?" Akhirnya Rasulullah SAW mendengar suara malaikat maut itu, lalu Baginda bertanya kepada puterinya Fatimah: " Siapakah yang ada di muka pintu itu? Fatimah menjawab" seorang lelaki memanggil baginda, saya katakan kepadanya bahawa baginda dalam keadaan sakit. Kemudian ia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma."
Rasulullah SAW bersabda: tahukah kamu siapakah dia? Fatimah menjawab: Tidak wahai Baginda. Lalu Rasulullah SAW menjelaskan: Wahai Fatimah, ia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda:"Masuklah, Wahai malaikat maut, maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan Assalamuailaikum ya Rasulullah." Rasulullah SAW pun menjawab: Waalaikumsalam ya malaikat maut. Engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?"
Malaikat maut menjawab:" Saya datang untuk ziarah sekaligus mencabut nyawa. Jika tuan izinkan akan saya lakukan kalau tidak, saya akan pulang. Rasulullah SAW bertanya: Wahai malaikat maut, di mana engkau tinggalkan kecintaaku jibril as?" Saya tinggal ia di langit dunia?" Jawab malaikat maut.
Baru sahaja Malaikat maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril as datang kemudian duduk di samping Rasulullah SAW. Maka bersabdalah Rasulullah SAW: Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat? Jibril menjawab: Ya, wahai kekasih ALLAH.
Rasulullah SAW bersabda lagi:" Beritahulah kepadaku wahai Jibril, apakah yang telah disediakan ALLAH SWT untukku disisiNya? Jibril menjawab lagi:" Bahawasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu.
Rasulullah SAW bersabda:" Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan ALLAH untukku? Jibril menjawab lagi: Bahawasanya pintu-pintu syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu.
Rasulullah SAW bersabda:" Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi Wahai Jibril, apa lagi yang telah di sediakan ALLAH untukku? Jibril menjawab: Aku memberikan berita gembira untuk Tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti."
Rasulullah SAW bersabda :" Segala puji dan syukur, aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku.?
Jibril as bertanya: Wahai kakasih ALLAH, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan? Rasulullah SAW menjawab: " Tentang kegelisahanku, apakah yang akan diperolehi oleh orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan doperolehi orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudakku? Apakah yang akan diperolehi orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?
Jibril menjawab:"Saya membawa khabar gembira untuk Baginda. Sesungguhnya ALLAH SWT telah berfirman: Aku telah mengharamkan syurga bagi semua Nabi dan Umat, sampai ENGKAU dan UMATMU memasukinya terlebih dahulu.
Maka berkatalah Baginda SAW. " Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat maut dekatlah kepadaku?" Lalu malaikat maut pun berada dekat Rasulullah SAW.
Ali ra bertanya:" Wahai Rasulullah, siapakah yang akan memandikan Baginda dan siapakah yang akan mengafaninya? Rasulullah menjawab: Adapun yang memandikan aku adalah Engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan aitnya dan Jibril akan membawa hanuth minyak wangi dari dalam Syurga.
Kemudian Malaikat Maut pun mulai mencabut nyawa Rasulullah. Ketika roh Baginda sampai di pusat perut, Baginda berkata: Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut.
Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril as memalingkan mukanya. Lalu Rasulullah SAW bertanya: Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku? Jibril menjawab: wahai kekasih ALLAH, siapakah yang sanggup melihat muka Baginda, sedangkan Baginda sedang merasakan sakitnya maut?" Akhirnya Roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah SAW.
Berkata Anas ra:" ketika aku lalu di depan pintu rumah Aisyah ra aku mendengar ia sedang menangis, sambil mengatakan: wahai orang-orang yang tidak pernah memakai sutera. Wahai orang-orang yang keluar dari dunia dengan perut yang tidak pernah kenyang dari gandum. Wahai orang yang telah memilih tikar daripada singgahsana. Wahai orang yang jarang tidur di waktu malam kerana takut neraka Sya'ir."
Dikisahkan dari Said bin Ziyad dari Khalid bin saad ra, bahawasanya Muaz bin jabal ra telah berkata: Rasullah SAW telah mengutuskan ke negeri Yaman untuk memberikan pelajaran agama di sana. Maka tinggallah aku di sana selama 12 tahun. Pada satu malam aku telah bermimpi dikunjungi oleh seseorang, kemudian orang itu berkata-kepadaku: Apakah anda masih lena tidur juga Wahai Muaz, padahal Rasulullah SAW telah berada di dalam tanah.
Muaz terbangun daripada tidur dengan rasa takut, lalu ia mengucapkan:" A'uzubillahi minasy syaitannir rajim?" setelah itu ia lalu mengerjakan solat.
Pada malam seterusnya, ia bermimpi seperti mimpi malam yang pertama. Muaz berkata:" Kalau seperti ini, bukanlah dari syaitan?" Kemudian ia memekik sekuat-kuatnya, sehingga didengar sebahagian penduduk Yaman.
Pada esok harinya orang ramai berkumpul, lalu Muaz berkata kepada mereka:" Malam tadi dan malam sebelumnya saya bermimpi yang sukar difahami. Dahulu, bila Rasulullah SAW bermimpi yang sukar untuk di fahami, Baginda membuka Mushaf (AL-QURAN). Maka berikanlah Mushaf kepadaku. Setelah muaz menerima Mushaf, lalu dibukanya maka nampaklah firman ALLAH SWT yang bermaksud:
sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula?" (Az-Zumar: 30)
Maka menjeritlah Muaz, sehingga ia tak sedarkan diri. Setelah ia sedar kembali, ia membuka Mushaf lagi, dan ia nampak Firman ALLAH SWT yang berbunyi:
" Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang(murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada orng-orng yang bersyukur?"( Ali-Imran:144)
Maka Muaz pun menjerit lagi:" Aduhai Abal-Qassim. Aduhai Muhammad?" kemudian ia keluar meninggalkan negeri Yaman menuju ke Madinah. Ketika ia meninggalkan penduduk Yaman, ia berkata:" Seandainya apa yang kulihat ini benar. Maka meranalah Para Janda, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan kita akan menjadi seperti biri-biri yang tidak ada pengembala.
Kemudian ia berkata:" Aduhai sedihnya berpisah dengan Nabi MUHAMMAD SAW?" Lalu iapun pergi meninggalkan mereka. Di saat ia berada pada jarak lebih kurang tiga hari pejalanan dari Kota Madinah, tiba-tiba terdengar olehnya suara halus dari tengah-tengah lembah, yang mengucapkan firman ALLAH SWT yang bermaksud:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasa kan MATI"
Lalu muaz mendekati sumber suara itu, setelah berjumpa Muaz bertanya kepada orang tersebut:" Bagaimana khabar Rasulullah SAW? Orang tersebut menjawab: Wahai Muaz sesungguhnya MUHAMMAD SAW telah meninggal dunia. Mendengar ucapan itu Muaz terjatuh dan tak sedarkan diri. Lalu orang itu menyedarkannya, ia memanggil Muaz: Wahai Muaz sedarlah dan bangunlah.
Ketika muaz sedar kembali. orang tersebut lalu menyerahkan sepucuk surat untuknya yang berasal dari Abu Bakar Siddiq, dengan cop dari Rasulullah SAW. Tatkala Muaz melihatnya, ia lalu mencium cop tersebut dan diletakkan di matanya, kemudian ia menangis dengan tersedu-sedu. Setelah puas ia menangis ia pun melanjutkan perjalanannya menuju Kota Madinah.
Muaz sampai di Kota Madinah pada waktu fajar menyinsing. Didengarnya Bilal mengumandangkan azan subuh. Bilal mengucapkan Asyhadu Allaa Ilaaha Illallah?" Muaz menyambungnya:" Wa Asyhadu Anna Muhammadur Rasulullah?" Kemudian ia menangis dan akhirnya ia jatuh dan tidak sedarkan diri lagi.
Pada saat itu, di samping Bilal bin Rabah ada Salman Al-Farisy ra lalu ia berkata kepada Bilal: wahai Bilal sebutkanlah nama Muhammad dengan kuat dekatnya, ia adalah muaz yang sedang pengsan.
Ketika Bilal selesai azan, ia mendekati Muaz lalu ia berkata: Assalamualaika, angkatlah kepala mu Muaz, aku telah mendengar Rasulullah SAW. Baginda bersabda: " sampaikanlah salamku kepada Muaz."
Maka Muaz pun mengangkat kepalanya sambil menjerit dengan suara keras, sehingga orang-orang menyangka bahawa ia telah menghembus nafas yang terakhir, kemudian ia berkata:" Demi ayah dan ibuku, siapakah yang mengingatkan aku pada Baginda, ketika Baginda akan meninggal dunia yang fana ini, Wahai Bilal? Marilah kita pergi ke rumah isteri Baginda Siti Aisyah ra."
Ketika sampai di depan pintu rumah Siti Aisyah, Muaz mengucapkan:" Assalamualaikum ya ahli bait, wa rahmatullahi wa barakatuh?" yang keluar itu adalah Raihanah, ia berkata:" Aisyah sedang pergi menuju ke rumah Fatimah. Kemudian Muaz menuju ke rumah Siti Fatimah dan mengucapkan: Assalamualaikum ya ahli bait."
Siti Fatimah ra menyambut salam tersebut, kemudian ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: Orang yang paling alim di antara kamu tentang perkara halal dan haram adalah Muaz bin Jabal, ia adalah kekasih Rasulullah SAW."
Kemudian Fatimah berkata lagi:"Masuklah wahai Muaz?" Ketika Muaz melihat Siti Fatimah dan Aisyah ra ia terus pengsan tak sedarkan diri. Ketika ia sedar, Fatimah lalu berkata kepadanya: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sampaikan lah salam saya kepada Muaz dan khabarkan kepadanya bahawasanya ia kelak di hari kiamat sebagai imam Ulama."
Kemudian Muaz bin Jabal keluar dari rumah Siti Fatimah menuju ke arah kubur Rasulullah SAW...
Wallahu 'alam
Posted by Nur Ezzati Bustam at 4:18 PM 0 comments
Labels: Hadith, Hayatilah, my fav.., Sirah Islamiah
Posted by Nur Ezzati Bustam at 2:47 PM 0 comments
Labels: Coretanku, Doa Panduan Hidup Seharian, Hayatilah, my fav..
PEMBENTANGAN NOVEL : KABUS DI PERBUKITAN
Perkara-perkara yang perlu diberi perhatian
Posted by Nur Ezzati Bustam at 1:20 PM 0 comments
Labels: Book+ Pencil=Study, my fav..

Posted by Nur Ezzati Bustam at 11:24 AM 0 comments
Labels: Coretanku, Doa Panduan Hidup Seharian, Hayatilah, my fav..

Posted by Nur Ezzati Bustam at 3:40 PM 0 comments
Most of us lead very busy lives with little time to nurture ourselves. As a way to take better care of yourself we encourage you to do at least 3 nurturing activities per week. A nurturing activity is any activity that you find enjoyable or relaxing that is healthy. Here are a few ideas:
Posted by Nur Ezzati Bustam at 12:05 AM 0 comments
Labels: Biology, Healthy Lifestyle, my fav..
Duhai sahabat...
Cinta itu di dalam hati...
kita mempunyai sebuah rumah...
Rumah itu sentiasa dikunjungi tetamu...
Ada yang baik dan ada yang buruk.
Terkadang rumah itu cantik apabila kita kemaskan,
kita hiaskan dengan perabot KETAKWAAN,
diwarnai indah dengan warna-warna KEIMANAN
bahkan menjadi perhatian jika dilengkapi dengan kelengkapan ILMU pengetahuan.
Tetamu yang baik hadir menambah perabot rumah mu, wahai kawanku...
Dia mengindahkan lagi warna pada dinding hatimu bahkan sentiasa mengajak memenuhi rumahmu dengan kelengkapan ILMU...
Dan ketahuilah duhai sahabatku...
Tetamu burukmu hanya ingin mencuri perabotmu,
merosak dinding hatimu dan melenyapkan kelengkapanmu
sehingga rumahmu roboh dan kau sendiri ditelan bumi kemaksiatan...
Suatu hari, bayu lembut menyapa telingamu,
mengkhabarkan tentang tetamu yang bernama CINTA ingin bertandang ke rumahmu...
Dan berhajat tinggal di dalam kamar hati mu...
Kau gembira mendengarkannya...
Maka tatkala sang CINTA sampai di hadapan pintu rumahmu...
Apa yang akan kau lakukan ???
menerimanya sedangkan rumah mu bersepah tak terurus ???
Dengan perabot TAKWA yang reput dan sudah lapuk tak diganti,
dan warna-warna IMAN yang luntur tak diperbaharui...
Dan hiasan kelengkapan ILMU yang masih belum mencukupi ???
Sekalipun hatimu berat...
Pintalah sang CINTA itu pulang...
Beritahulah kepadanya... :
Maafkan aku...
Aku masih belum bersedia untuk menerima kau sebagai tetamuku...
Kerana...
Aku ingin menggantikan perabot TAKWA ku kerana ia sudah reput tak bermaya...
Agar TAKWA ku mengingatkan aku agar aku mencintaimu tanpa melupai PENCIPTA ku,
yang Maha Pengasih...
Dan kau sendiri selesa beristirehat di dalam hatiku...
kerana aku ingin memperbaharui warna IMAN pada dinding rumah (HATI)ku...
Agar hilanglah gelisahmu,
reduplah hatimu dan tenanglah jiwamu saat kau memandang
warna-warna IMAN yang indah berseri...
Terang dan menerangi...
Kerana aku ingin menambah segala kelengkapan dan hiasan ILMU dalam rumahku...
Agar kau selesa baring atas hamparan permaidani HARTA ku
dan kau selesa dengan tutur bicara HIKMAH ku...
Kau tahu wahai CINTA ???
Kerana setelah aku menerima mu sebagai tetamu ku...
AKU TAK AKAN BIARKAN KAU KELUAR DARI RUMAHKU BUAT SELAMANYA.......
Duhai sahabat..
... Sungguh cinta itu indah,
Namun ia adalah satu anugerah apabila kita sudah mampu dan bersedia...
Tetapi bagi pelajar macam kita ???
Cinta itu biasanya hanyalah musibah...
Cintailah ALLAH...
Yang sentiasa mencintaimu,
memeliharamu dan mengasihimu...
Saat mereka bertanya...
Mengapa kau mencintai ALLAH ?
Katakanlah wahai temanku...
Kerana ALLAH lah yang menciptakan aku,
memeliharaku dalam rahim bondaku,
kerana aku Mendengar namanya saat bapaku berseru di telingaku...
Kerana Dia yang menumbuhkan dagingku...
Dan mengukuhkan tulangku...
Dan sentiasa memaafkan segala salah - silapku...
Tutur bicara mulutku...
Bagaimanalah aku mampu untuk mencintai sesuatu atau sesiapa melibihi ALLAH...
Aku tak menemui alasan untuk mengingkari Nya...
Hidup dan matiku.......
Segalanya untukNya........
Posted by Nur Ezzati Bustam at 9:55 PM 0 comments
Posted by Nur Ezzati Bustam at 9:32 PM 0 comments
Labels: Hadith, Hayatilah, Healthy Lifestyle, my fav..
Ulangkaji selepas sekolah dengan KElas TAMbahan percuma, ketahui cara belajar berkesan
http://pendidikansarawak.blogspot.com/ http://mohamadkholid.blogspot.com/ http://galusbm.blogspot.com/2010/10/kabus-di-perbukitan.html
Make your Stick Figure Family at FreeFlashToys.com
Make your own Glitter Graphics